Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Januari 2013

Kisah Sedih di Malam Tahun Barul

Kisah Sedih di Malam Tahun Barul


Disaat semua orang bergembira menyambut datangnya tahun baru dengan berbagai atraksi menarik, baik dihotel-hotel, dijalanan maupun diseluruh tempat hiburan tidak ada yang namanya sunyi dan sepi, semua menyambut dengan suka cita proses rutin pergantian tahun baru.
Namun siapa menyangka bila di malam pergantian tahun ini, suasana yang awalnya penuh dengan kegembiraan berubah menjadi kesedihan yang sangat mendalam. Peristiwa menyedihkan ini terjadi pada sepasang suami istri yang awalnya merasa gembira akan menyambut datangnya sang jabang bayi tepat pada malam pergantian tahun, namun kegembiraan tersebut akhirnya berakhir dengan kesedihan yang sangat mendalam, semua orang yang menyaksikan kejadian ini sempat meneteskan air mata karena tidak sanggup melihatnya.
Sebut saja nama suami istri tersebut adalah Hartati dan Nazarudin, suami istri ini adalah pasangan yang sedang bahagia-bahagianya karena mereka akan menanti kehadiran jabang bayi calon anak pertamanya yang sudah lama mereka nantikan.
Pada usia kehamilan istrinya yang sudah berumur sembilan bulan, tentu nazarudin sebagai suami merasa was-was menunggu hari kelahiran calon anak pertamanya itu. Tiba-tiba tepat menjelang detik-detik pergantian tahun, hartati istri tercintanya itu terlihat menahan sakit di perutnya, seakan-akan perutnya melilit seperti orang yang mau buang air besar, apakah ini pertanda hartati akan segera melahirkan ? tanpa menunggu lama lagi nazarudin akhirnya membawa hartati langsung menuju rumah sakit bersalin.
Setelah tiba dirumah sakit dan dilakukan pemeriksaan medis, ternyata memang benar hartati akan segera melahirkan malam ini juga. Sungguh sangat bahagianya nazarudin waktu itu, anak pertamanya akan lahir tepat menjelang detik-detik pergantian tahun, namun di sisi yang lain nazarudin juga terlihat sangat cemas bila melihat wajah istrinya yang terlihat begitu pasrah dengan tatapan yang kosong memandang suaminya.
Nazarudin merasa semakin cemas, takut istrinya tidak selamat dalam proses persalinan, dia pegang tangan dingin istrinya sambil berkata, Sayang apa yang kamu inginkan malam ini tanya nazarudin pada istrinya ? Tidak sayangku, aku hanya ingin kamu selalu menemaniku sampai anak kita lahir, lebih bagus kita berdoa saja agar anak kita nanti selamat, jawab hartai sambil tersenyum.
Mendengar jawaban istrinya, nazarudin sempat menitikan air mata, karena nazarudin melihat ada sesuatu yang beda dari sikap istrinya yang terlihat begitu pasrah menerima apapun yang akan terjadi.
Tak lama persalinan pun dimulai, beberapa menit kemudian tiba-tiba didalam ruangan persalinan terdengar suara jeritan hartati istrinya yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawa dan menahan sakit yang sangat luarbiasa menanti lahirnya sang jabang bayi.
Akhirnya setelah menunggu dengan cemas, setengah jam kemudian keluarlah seorang bidan dari ruang persalinan, Nazarudin pun langsung menghampiri bidan sambil bertanya, bagaimana suster dengan istri saya, apakah anak saya sudah lahir ? apakah saya sudah bisa melihat istri dan anak saya, tanya nazarudin dengan perasaan tetap cemas campur aduk dengan kegembiraan ? Selamat ya pak, anak bapak lahir dengan selamat dan kondisinya sangat sehat, jawab bidan.
Mendapat jawaban dari bidan, nazarudin pun tersenyum bahagia sambil mengucapkan doa syukur atas kelahiran anak pertamanya ini. namun kegembiraan itu tiba-tiba sirna ketika bidan berkata, tapi ? tapi kenapa suster tanya nazarudin, kaget mendengar kata bidan tersebut ? saya minta maaf pak, istri bapak tidak bisa kami selamatkan, saya minta agar bapak tabah dan mendoakan agar istri bapak tenang di alam sana, jawab bidan.
Dunia seakan berputar ketika nazarudin mendengar penjelasan dari bidan, tanpa sadar, nazarudin menangis lepas, bibirnya bergetar dan badannya langsung lemas melihat kenyataan bahwa istri yang dicintainya meninggal dunia.
Maaf pak, kata bidan ? baru kali ini saya melihat kejadian yang sangat luar biasa ini, ujar bidan ? Nazarudin langsung kaget dan heran mendengar penjelasan bidan tersebut ???? kembali bidan menjelaskan, bahwa selama ini, rumah bersalin ini tidak pernah memakai pengharum ruangan, tapi tak lama setelah istri bapak meninggal dunia, ruangan tempat bersalin menjadi sangat harum dan kami semua kaget setelah menyadari, ternyata bau harum itu berasal dari jasad istri bapak, ujar bidan menambahkan ceritanya ?
Mendadak nazarudin terdiam dan merinding bulu romanya bercampur haru menyadari kalau keharuman itu terpancar dari jenazah istrinya, air matanya pun berhenti mengalir dan berganti dengan senyum penuh keharuan dan kebahagian.
Kembali bidan bertanya, maaf ya pak, mungkin ini pertanda baik, tampaknya istri bapak adalah seorang istri yang sangat baik, kami semua yang menyaksikan juga heran kenapa bisa begitu, ujar bidan yang juga ikut meneteskan air mata karena terharu.
Nazarudin ketika mendengar perkataan bidan, terlihat diam dan menyadari sesuatu harum itu seperti…..ujar nazarudin terputus karena tiba-tiba, hartati istrinya terbangun sambil berteriak dan mengangkat jari telunjuknya ”ini semua berkat MOLTO ULTRA, wanginya tahan lama meskipun sudah berhari-hari ujar hartati sambil mengeluarkan satu sachet MOLTO ULTRA dari dalam saku bajunya
Seketika Nazarudin dan Bidan berteriak kegirangan dan langsung jungkir balik sambil bilang WAAAOU serius banget bacanya bro he he he he he

Jumat, 11 Januari 2013

Sinopsis Novel Perahu Kertas Dewi Lestari

Sinopsis Novel Perahu Kertas Dewi Lestari - "Perahu ng BramantyKertas" merupakan novel ter-hitz dari Dewi 'dee" Lestari. mengangkat tema persahabatan empat sekawan yang easy reading dan heart catcing untuk pembaca dari berbagai lapisan usia. dikemas dengan bahasa yang lugas, serta pendeskripsian keadaan yang juga begitu lugas tetapi sarat akan nilai-nilai serta makna kehidupan. bukan melulu tentang remaja, melainkan tentang dinamika kehidupan empat orang remaja serta korelasinya dengan lingkungan internal. novel ini akan segera diankat ke layar lebar. sentuhan tangan sutradara kenamaa Hanung Bramantyo akan menambah apik coverage novel yang sudah apik ini. dan inilah sinopsi novel "perahu kertas" karya Dewi "dee" Lestari !!

Kisah ini dimulai dengan Keenan, seorang remaja pria yang baru lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. Keenan memiliki bakat melukis yang sangat kuat, dan ia tidak punya cita-cita lain selain menjadi pelukis, tapi perjanjiannya dengan ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia untuk kuliah. Keenan diterima berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi.

Di sisi lain, ada Kugy, cewek unik cenderung eksentrik, yang juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan. Sejak kecil, Kugy menggila-gilai dongeng. Tak hanya koleksi dan punya taman bacaan, ia juga senang menulis dongeng. Cita-citanya hanya satu: ingin menjadi juru dongeng. Namun Kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan dan mudah diterima lingkungan. Tak ingin lepas dari dunia menulis, Kugy lantas meneruskan studinya di Fakultas Sastra.

SINOPSIS PERAHU KERTAS

Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko adalah sepupu Keenan, sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil. Terkecuali Noni, mereka semua hijrah dari Jakarta, lalu berkuliah di universitas yang sama di Bandung.Mereka berempat akhirnya bersahabat karib.

Lambat laun, Kugy dan Keenan, yang memang sudah saling mengagumi, mulai mengalami transformasi. Diam-diam, tanpa pernah berkesempatan untuk mengungkapkan, mereka saling jatuh cinta. Namun kondisi saat itu serba tidak memungkinkan. Kugy sudah punya kekasih, cowok mentereng bernama Joshua, alias Ojos (panggilan yang dengan semena-mena diciptakan oleh Kugy). Sementara Keenan saat itu dicomblangkan oleh Noni dan Eko dengan seorang kurator muda bernama Wanda.

Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang. Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah ia bertemu dengan Pilik, muridnya yang paling nakal. Pilik dan kawan-kawan berhasil ia taklukkan dengan cara menuliskan dongeng tentang kisah petualangan mereka sendiri, yang diberinya judul: Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. Kugy menulis kisah tentang murid-muridnya itu hampir setiap hari dalam sebuah buku tulis, yang kelak ia berikan pada Keenan.

Kedekatan Keenan dengan Wanda yang awalnya mulus pun mulai berubah. Keenan disadarkan dengan cara yang mengejutkan bahwa impian yang selama ini ia bangun harus kandas dalam semalam. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung, dan juga keluarganya di Jakarta. Ia lalu pergi ke Ubud, tinggal di rumah sahabat ibunya, Pak Wayan.

Masa-masa bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman sohor di Bali, mulai mengobati luka hati Keenan pelan-pelan. Sosok yang paling berpengaruh dalam penyembuhannya adalah Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan mulai bisa melukis lagi. Berbekalkan kisah-kisah Jenderal Pilik dan Pasukan Alit yang diberikan Kugy padanya, Keenan menciptakan lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para kolektor.

Kugy, yang juga sangat kehilangan sahabat-sahabatnya dan mulai kesepian di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia lulus kuliah secepat mungkin dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter. Di sana, ia bertemu dengan Remigius, atasannya sekaligus sahabat abangnya. Kugy meniti karier dengan cara tak terduga-duga. Pemikirannya yang ajaib dan serba spontan membuat ia melejit menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu.

Namun Remi melihat sesuatu yang lain. Ia menyukai Kugy bukan hanya karena ide-idenya, tapi juga semangat dan kualitas unik yang senantiasa terpancar dari Kugy. Dan akhirnya Remi harus mengakui bahwa ia mulai jatuh hati. Sebaliknya, ketulusan Remi juga akhirnya meluluhkan hati Kugy.

Sayangnya, Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Karena kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, Keenan terpaksa kembali ke Jakarta, menjalankan perusahaan keluarganya karena tidak punya pilihan lain.

Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terelakkan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi. Semuanya dengan kondisi yang sudah berbeda. Dan kembali, hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit, di empang, di kali, di sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu.

Diwarnai pergelutan idealisme, persahabatan, tawa, tangis, dan cinta, “Perahu Kertas” tak lain adalah kisah perjalanan hati yang kembali pulang menemukan rumahnya.

semoga kisah di atas dapat menjadi pelajaran yang possitive untuk kita semua.
luph gygy cantik >>>>

CINTA YANG MENENTUKAN TAKDIRNYA

CINTA YANG MENENTUKAN TAKDIRNYA
Karya Adni
Di sebuah taman ada seorang cewek cantik dengan rambut yang terurai indah tapi wajahnya terlihat sendu oleh kesedihan, dan satu sosok lagi seorang cowok dengan pakaian kasualnya yang menarik begitu gagah tapi di wajahnya tergurat beban berat yang dipikirkannya. Mereka adalah olga dan Jessica, sepertinya sedang membicarakan hal yang sangat serius…
“Jess, tolong ngertiin aku!” kata olga sedikit emosi
“Kenapa aku yang harus slalu ngertiin kamu, kak olga??” jawab Jessica dengan nada lembutnya
“Aku butuh waktu untuk mutusin semua ini…!!” ucap olga, sambil memalingkan wajahnya dari Jessica
“Sudah setahun lebih kamu giniin aku terus, kak olga… aku capek nungguin kamu, aku butuh kepastian!!” Kata Jessica dengan suara bergetar .

Kumpulan Cerpen Cinta
Cerpen Cinta
Jessica menuntut Olga untuk memberikan kepastian status hubungannya yang sudah setahun lebih mereka lalui tanpa kejelasan, mereka sangat dekat layaknya sepasang kekasih, tapi Olga sebagai seorang cowok belum bisa berkomitmen dengan status hubungannya ini.
“Bukan cuma kamu aja yang capek, jess… aku juga capek dengan perasaanku ini, aku ga’ mau seperti ini, aku sayang sama kamu…. tapi, aku takut kamu nyakitin aku!!”
“Kak olga, kenapa kamu slalu berfikir kalau aku akan nyakitin kamu…sedetikpun ga’ pernah terlintas di pikiranku niat untuk nyakitin hati kamu, aku sayang… aku cinta sama kamu, kak olga!! “
“Kata ‘sayang’ dan ‘cinta’ sangat mudah untuk diucapkan, aku butuh lebih dari itu, jess…!!”
“Tolong jelasin sama aku, kak olga!! rasa sayang yang seperti apa yang kamu butuhin… rasa cinta yang gimana yang kamu inginkan dari aku…. Jelasin sama aku, biar aku tahu seberapa pantaskah rasa sayang dan cinta aku ini buat kamu!!
“Hanya waktu yang bisa ngejelasin semua itu, jess…!!”
“Setahun lebih aku bertahan dengan semua ini…berharap cintaku terakui olehmu, kak olga!!”
“Setahun masih terlalu singkat buat aku untuk bisa yakin memiliki cintamu… karena aku sudah pernah melewati waktu 7 tahun hanya untuk bisa mengerti sebuah arti cinta dari orang yang sangat aku cintai dulu… dan kamu tahu, jess?...dia pergi ninggalin aku, dan menyisahkan keeping-keping kehancuran dihatiku!!” tak terasa air mata olga menetes… itulah yang biasa terjadi pada olga, jika mengingat masa lalunya dengan sang mantan, air matanya menjadi saksi kepedihan hatinya.
Jessica sangat mengerti kepedihan masa lalu yang di alami olga, tapi hatinya sendiri sudah tak sanggup lagi menahan rintihan ketidakpastian dari kisah ini…
“Kak olga… jangan bayang-bayangin aku dengan masa lalumu, aku punya hati dan cinta yang berbeda buat kamu!! kalau kamu masih enggan melepas masa lalumu, biarkan aku yang pergi!!!” Jessica beranjak pergi meninggalkan olga…
“Jess…!!” olga berhasil menahan Jessica
“Cukup kak olga, lepasin aku..!!”
“Jess… tolong jangan tinggalin aku, aku hanya butuh waktu untuk semua ini!!” olga mendekap Jessica hingga wajah mereka berdekatan,keduanya bertatapan saling pandang dan itu telah memacu detak jantung mereka lebih cepat… dug..dug..dug
Tanpa sadar Jessica melingkarkan tangannya ke leher olga, kepala mereka mendekat perlahan, bibir mereka bagai magnet cinta yang ingin bersentuhan dan saling melumat. Dan terjadilah moment yang sangat ROMANTISSS!!!
Tiba-tiba Jessica melepaskan ciumannya, dan berbisik di telinga olga dengan suara bergetar karena menahan tangis..
“Mungkin ini yang pertama, atau mungkin akan menjadi yang terakhir buat kita… biarkan aku pergi sekarang, kamu bisa miliki hatiku jika kamu mau, jika kenangan dapat melupakan cinta sejatimu, kembalilah pada masa lalumu!!!” dan akhirnya Jessica pergi meninggalkan olga yang masih tertegun memikirkan kata-kata Jessica…
Olga masih belum beranjak dari taman itu, ia merenungi setiap detail kejadian dan kenangan yang terjadi dalam hidupnya…
“Ya Allah… kenapa kisah cintaku ribet seperti ini??” Olga terngiang kata Jessica “jika kenangan dapat melupakan cinta sejatimu, kembalilah pada masa lalumu!!”
“Apa mungkin aku bisa melupakan masa laluku sementara dia kembali datang kepadaku?” gumam Olga dalam pikirannya.
Ya mantan kekasihnya, Vanessa kembali hadir dalam kehidupan Olga… Vanessa kembali dengan membawa setumpuk penyesalan karena telah meninggalkan Olga.
Olga teringat pertemuannya dengan Vannesa kemarin malam di rumahnya.
“Olga.. ma’afin aku uda ngecewain kamu, aku beneran nyesel uda ninggalin kamu!!” Vanessa memohon dengan linangan air mata.
“Kalau kamu cuma mengharap kata ma’af dariku, kamu uda dapetin itu karena aku uda dari dulu ma’afin kamu. Vann…!!” jawab olga
“Makasi Ga… kamu uda ma’afin aku, aku semakin sadar kalau aku bener-benar uda jadi cewek terbodoh yang telah ngelepasin cowok sebaik kamu, aku harap kamu masih mau nerima aku lagi, kita bisa ngelanjutin mimpi-mimpi kita yang tertunda Ga…!!”
Olga semakin bingung dengan perasaanya, di satu sisi ia merasa telah menemukan cintanya bersama Jessica, tapi Olga selalu takut untuk memiliki hati Jessica, dia takut suatu saat Jessica meninggalkannya karena buatnya Jessica adalah sosok yang sangat sempurna dan saat ini masih banyak cowok-cowok keren yang berusaha mengejar cinta Jessica, memang selama setahun ini jessica masih bertahan mencintainya dan mengacuhkan tawaran2 cinta dari cowok2 itu, tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi setelah itu.
Di lain sisi, Olga juga masih memikirkan sang mantan Vanessa, kehadirannya semakin membuat gamang hatinya. Jujur, slama ini sang mantan masih terpatri dalam hatinya, meskipun dia telah menyakiti hatinya tapi olga masih selalu mengharapkan kedatangannya untuk meminta penjelasan kenapa Vanessa meninggalkan dia. Kedatangannya telah menjelaskan mengapa Vanessa meninggalkan olga, ternyata bukan keinginan Vanessa sendiri untuk meninggalkan olga, itu semua karena paksaan ortu Vanessa yang menjodohkannya dengan pengusaha kaya, dan sekarang pengusaha kaya itu telah meninggalkan Vanessa, karena itu Vanessa kembali, berharap olga mau merajut kembali kisah mereka.
Olga merana memikirkan cintanya, haruskah ia memilih Jessica dengan bayang-bayang kesempurnaannya dan harus menguatkan hatinya untuk siap melihat begitu banyak cowok yang akan memuja kekasihnya itu , atau Olga harus memilih kembali kepada sang mantan Vanessa yang pernah menyakitinya tapi masih tulus mencintainya???
****
Di dalam mobil, Jessica terus menangis diiringi lagu “Raisa – Apalah arti menunggu”
Jessica ga’ pernah bisa mengerti apa sebenernya yang diinginkan Olga, setahun lebih mereka menjalani kisah tanpa status yg jelas, perhatian & rasa sayang yang diberikan olga kepada Jessica sudah membuatnya jatuh cinta kepada cowok itu. Jessica bingung kenapa Olga ngegantungin cintanya seperti ini, Jessica slalu disuruh menunggu, tapi apalah arti menunggu kalau ga’ pernah ada kepastian seperti ini??
Dalam keadaan seperti ini, Jessica butuh seseorang yang bisa di jadikan sandaran untuk menumpahkan semua isi hatinya, hanya satu orang yang selalu ada untuk dirinya dalam suka maupun duka. Raffi Ahmad… hanya Raffi yang bisa mengerti Jessica, yang slalu siap menjadi apapun untuknya. Jessica hidup sebatang kara di Jakarta, orang tuanya meninggal karena kecelakaan pesawat sementara kakak satu-satu memilih tinggal di Prancis untuk meneruskan perusahaan keluarga. Sebagai sahabat Raffi di minta oleh kakak Jessica untuk menjaganya, dan Raffi pun berjanji akan slalu menjaga Jessica dan slalu membahagiakannya. Raffi jugalah yang mengenalkan Jessica kepada Olga. Olga adalah sahabat Raffi dan juga seorang cewek bernama Jupe dan akhirnya setelah kedatangan Jessica ke Jakarta mereka berempat bersahabat, Jessica, Raffi,Olga dan jupe… dalam persahabatan itulah awalnya terjadi benih-benih cinta antara Olga dan Jessica hingga menjadi rumit seperti sekarang ini.
Jessica menekan tombol hapenya menghubungi Raffi.
“Hallo… Jess??”
“Fii..kamu dimana??” Tanya Jessica sambil terisak
“Jess, kamu nangis??? Ada apa???”
Jessica masih terisak dalam tangisnya
“Oke, kita ketemu di rumah kamu sekarang… uda jangan nangis dulu, entar kamu ceritaiin semuanya sama aku!!”
Akhirnya Jessica tiba di rumah, langsung menuju kamar tidurnya menelungkupkan mukanya pada bantal dan masih dengan isak tangisnya. Tak lama kemudian Raffi datang…
“Jess, ada apa?? Siapa yang buat kamu nangis…??” Tanya Raffi sambil mengelus rambut Jessica, Raffi paling tidak suka melihat Jessica sedih, dadanya terasa sesak ikut merasakan kesedihhan Jessica.
“Aku mau pergi aja Fii… aku nyerah, aku uda ga’ kuat lagi!!” jawab Jessica masih dengan tangisnya.
“Jess.. tenang dulu dong, ada apa sih?? Olga ya..??” Tanya raffi, sambil membalikkan badan Jessica yg terngkurap
“Iya fii…aku mo ke Prancis aja, biar bisa ngelupain dia..hiks..hikss!!! masih dgn tangisannya
“Uda donk sayang.... aku yakin olga itu beneran cinta sama kamu, kamu sabar aja ya pasti entar juga di tembak kok, oke!! Jangan nangiss terus donk… jelek tau!!” hibur Raffi sambil mengusap air mata Jessica.
Tiba-tiba Jupe datang..
“Jeje kenapa nangis…. pasti karena Olga lagi ya?? Tanya Jupe
“Iya… lama-lama gue hajar juga tu Olga, bikin nangis cwek mulu!!” jawab Raffi dengan sedikit emosi.
“Jangan donk fii… kalau kamu hajar kak Olga, aku bakalan nangis terus sebulan penuh!!”
“Ihhh… becanda kali Jess, segitunya ya kamu cinta sama si Olga!!”
“Dek, Olga itu sebenernya gengsinya gede jadi dia masih jaim-jaim gitu mo nembak kamu, dia juga sebenernya cemburu sama cwok2 yg ngejar kamu, si Bara, Tara, Faisal, Reza sapa lagi tuh… jadi kamu tenang aja, cinta Olga Cuma buat kamu!!” kata Jupe berusaha menenangkan Jessica
“Aku kan ga’ pernah nanggepi mereka kak Jupe, trus ngapain kak Olga cemburu ya? Ya uda mulai sekarang aku bakal bilang ma mereka jangan gangguin aku lagi, biar kak Olga cepet nembak aku…!!’
“Ya uda sekarang senyum donk… biar cantik lagi!!” rayu Raffi pada Jessica
Jessica mulai tersenyum dan reflek meluk Raffi
“Makasi fii.. kamu slalu ada buat aku!!” kemudian meluk Jupe “kak Jupe juga..!!”
****
Keesokan harinya…
“Hallo…Mas Raffi??” suara pembantu Jessica terdengar bergetar karena isakan tangis
“Iya ini aku… ada apa mbak, kok nangis? “ jawab raffi melalui Hp nya
“Mbak Jessica… Mas!!”
“Ada apa dengan Jessica mbak…??” Raffi mulai tegang dan khawatir
“Mbak Jessica kecelakaan mas, sekarang ada di Rumah sakit Gatot Subroto!!”
Raffi langsung shook mendengar kabar ini, pikirannya kacau dan langsung meninggalkan pekerjaannya padahal lagi meeting dengan bawahannya, tapi ia sudah tidak peduli lagi dengan pekerjaannya, yang ada di fikirannya sekarang hanya keadaan Jessica.
“Raffi.. lu mau kemana?? Tanya Jupe yg keheranan liat Raffi
“Jessica kecelakaan… aku mau kerumah sakit!!”
“Apa..??? Jessica kecelakaan… bagaimana bisa??” Jupe kaget “oke, aku ikut kamu sekarang..!!”
Akhirnya Raffi dan Jupe sampai di rumah sakit. Jessica masih di ruang UGD, keadaanya sangat parah… ternyata Jessica kecelakaan bersama Bara Tampubolon, menurut cerita pembantunya, tadi pagi Bara menjemput Jessica untuk sarapan bersama, tapi berakhir kecelakaan…
Setelah menjalani penanganan yang intensif, Jessica di nyatakan KOMA oleh dokter, sementara Bara keadaanya tak separah Jessica, dia hanya mengalami gegar otak ringan…
Raffi terlihat sangat sedih memikirkan Jessica, dia belum bisa percaya kalau yang terbaring di depannya dengan peralatan medis yang begitu banyak itu ada Jessica, ingin rasanya ia menggantikan tempat itu, biarlah ia yang merasakan sakit asal jangan Jessica..
Sementara Jupe menghubungi Olga untuk mengabarkan musibah ini..
Dan tak lama kemudian Olga tiba di rumah sakit..
“Jupe.. dimana Jessica sekarang??” Tanya olga dengan muka yang sangat tegang menunjukkan kekhawatirannya
“Di dalam Ga… masih di periksa dokter, kamu tunggu dulu ya disini!!”
“Gimana keadaannya… kenapa bisa sampai keecelakaan kayak gini??”olga mulai terisak
“Tadi pagi Jessica di jemput Bara buat sarapan… masih di selidiki oleh polisi di TKP bagaimana sebenernya kronologi kecelakaannya!!” terang Jupe
Mendengar nama Bara, pikiran Olga jadi kacau…Jadi, Jessica jalan sama Bara?? Apa Jessica telah benar-benar meninggalkan dia, seperti yang di katakananya kemarin?? Habis seketika rasa simpatinya kepada Jessica, rasa kecewa menjalari hatinya, ia merasa terhianati oleh Jessica…dan akhirnya Olga memutuskan untuk pergi dari Rumah sakit tanpa melihat keadaan Jessica!!!
“Ga… lu mau kemana??” Tanya Jupe, heran melihat Olga tiba-tiba lari kearah luar
****
Dalam perjalanan pulang Olga masih sibuk dengan pikirannya yang kacau.
“Jess, kenapa kamu tega sama aku…baru kemarin kamu minta kejelasaan hubungan sama aku, tapi sekarang dengan mudahnya kamu mau jalan sama cwok lain, akhirnya ketakutan yang aku rasakan terjadi juga, kamu ninggalin aku dan memilih cinta dari orang lain…Jess, aku sangat mencintaimu, tapi jika kamu merasa bahagia sama cwok lain,aku rela lepasin kamu, biarkan aku menikmati kebahagiannmu cukup dari hatiku saja!!” gumam Olga dalam isak tangisnya, meratapi kisah cintanya bersama Jessica.
Olga terlanjur kecewa kepada Jessica, dan Olga mulai berfikir untuk benar-benar mengakhiri kisah cintanya bersama Jessica dan mulai berfikir untuk lebih serius menerima sang mantan kembali.
****
Dua Minggu kemudian…
Keadaan Jessica masih belum ada kemajuan yang signifikan, dia masih terbaring koma. Raffi masih setia menemani Jessica di Rumah sakit, siang malam dia selalu berada di sisi Jessica yang terkadang di temani sahabatnya Jupe, sementara Olga tidak sekalipun datang walau hanya untuk menengok atau menanyakan perkembangan keadaan Jessica. Raffi pun merasa heran kenapa orang yang sangat dicintai Jessica itu ga’ pernah terlihat batang hidungnya, dihubungi lewat tlp pun ga’ pernah diangkat, tapi Raffi mencoba mengabaikan hal itu, yang ada dipikirannya saat ini hanya kesembuhan Jessica.
“Gila bener si Olga…apa dia sudah ga’ punya hati lagi ya??” tiba-tiba Jupe terlihat emosi ketika baru sampai di Rumah sakit.
“Ada apa si Pe’, jangan berisik donk , lu lupa kalau ini rumah sakit??” Tanya Raffi kepada Jupe
“Lihat aja nih Fii…!!” Jupe menyodorkan sebuah undangan pernikahan atas nama Olga Syahputra dan Vanessa Camelia. Raffi menerima undangan itu dan membacanya dengan seksama, seketika Raffi pun emosi.
“Kurang ajar sekali si Olga…apa maksudnya semua ini??? Dia mau nikah sementara orang yang sangat mencintainya masih terbaring koma disini…aku akan ngasih perhitungan sama dia!!”
Raffi pun bergegas menuju rumah Olga, meski awalnya sudah di cegah oleh Jupe rupanya emosi Raffi benar-benar sudah tidak bisa di rendam lagi.
“Lu punya hati ga’ sih Ga?? Dasar pengecutt… lu tega ngelakuin semua ini sama Jessica??? Bajingan lu Ga’…!!!” sambil menarik kerah baju Olga dan ngasih satu pukulan di pelipisnya, emosi Raffi ga’ bisa di rendam lagi
Olga diam…
“Bilang sama gue, kenapa lu lakuin ini… jangan diam aja, pengecut!!”
“Maafin aku Pii… aku emang pengecut, aku ga’ bisa ngebahagiain Jessica, biarlah dia bahagia sama cwok lain, dan biarkan aku juga mencoba bahagia dengan orang lain!!” kata olga
“Tapi Jessica cuma mau bahagia sama lu, Ga…!! Gue yakin, suatu saat lu akan nyesel uda ninggalin dia!!” Raffi pergi ninggalin Olga
“Dia uda milih Bara, pii… bukan aku!! Sekarang aku hanya bisa menunggunya bahagia…!!” gumam Olga dalam hati
****
Di kamar rumah sakit, Jessica masih tetap terbaring dalam komanya. Disampingnya ada Raffi menemani sambil mengelus kepala dan menggemgam tangannya.Di sana juga ada Jupe ikut menemani. Tiba-tiba Raffi merasakan aliran air mata dari mata Jessica… ya dalam ketidak sadarannya Jessica menangis…
“Jess…Jess…kenapa kamu nangis, ayo bangun Jess bilang sama aku apa yang kamu rasain sampai mengeluarkan air mata seperti ini??” Tanya Raffi
Jupe mendekat ke arah Raffi… “Ada apa Fii..??”
“Pe’ lihat, Jessica ngeluarin air mata, apa dia merasa kesakitan?? Tolong panggilin Dokter…!!”
“Ya Allah…Fii lihat!!” jupe menunjukkan jam tangannya “hari ini jam 10:10 Olga akan melaksanakan akad nikah, dan sekarang tepat jam 10:10 apa mungkin air mata Jessica ada hubungannya dengan ini??”
“Ya, ini pasti karena itu… bahkan dalam alam bawah sadarnya pun dia masih bertahan dengan cintanya pada olga!!”kata Raffi sambil mengusap air mata Jessica yang terus mengalir
“Mungkin olga memang cinta sejatinya Jessica, tapi semua uda sia-sia… olga memilih cinta lain untuk masa depannya, kasihan Jessica!!”
“Sepertinya takdir sedang menguji cinta Jessica..” kata raffi
****
Sementara di tempat lain sedang berlangsung akad nikah Olga Syahputra & Vanessa Camelia.
“Saya terima nikah dan kawinnya Vanessa Camelia binti Sapri dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 100gr dibayar tunai!!”
“Sah…!!”
“Alhamdullilah….”semua undangan serempak mengucapkan syukur
Seketika air mata Olga jatuh membasahi pipinya… tapi air mata itu bukan air mata kebahagiaan atau keharuan karena pernikahannya, entahlah itu air mata apa../ air mata itu keluar tanpa di sadarinya!!
Diantara undangan yang datang untuk mengucapkan selamat kepada olga & Vanessa, ternyata ada sosok Bara hadir di acara itu. Ya Bara hadir dengan kedua tongkat di tangannya, kondisinya memang belum fit, tapi dia bela2in datang untuk menyampaikan sesuatu pada olga, mski waktunya sudah terlambat…
Bara menghampiri Olga “Ma’af Olga, ada yang harus aku katakana sama kamu!!”
Olga minta ijin kepada istrinya untuk berbicara sama bara, kemudian mereka berdua menuju tempat yang agak sepi, dan disitulah Bara menceritakan semua yang terjadi pada hari nahas itu, apa yang sebenernya terjadi antara dirinya dan Jessica, bukan seperti yang di pikirkan Olga…
“Jessica ga’ pernah memilih aku… hatinya Cuma buat kamu, Olga!! Dia minta aku untuk tidak lagi mengharapkannya dan berhenti mengejar cintanya, karena dia tahu, itu salah satu alasan kenapa kamu belum bisa berkomitmen dengan dia… kamu masih ragu dan sering cemburu pada cowok2 yang mendekati Jessica..!!” Bara menjelaskan semuanya
Olga hanya terdiam mendengar penjelasan Bara, ia sekarang sadar sudah melakukan kesalahan besar, menyia-nyiakan ketulusan cinta dari seorang Jessica…tapi semua sudah terlambat, Olga telah memilih Jodohnya dan baru saja ikrar suci terucap dari lisannya, dia telah menjadi seorang suami dari wanita lain dan dia harus bertanggung jawab dengan statuanya saat ini…
****
Dua Bulan Kemudian…
Jessica sudah sadar dari koma, dan sekarang menjalani pemulihan di rumah…
“Fii…lihat, hari ini aku dapet boneka The Pooh dari kak olga!! Lucu ya…” seru Jessica menunjukkan bonekanya ketika raffi datang bersama Jupe untuk menemaninya.
“Iya…lucu banget kayak kamu! hehee…”jawab Raffi sambil mencubit pipi Jessica
Sejak Jessica sadar dari koma, dia belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Raffi meminta Jupe dan teman2nya untuk tidak menceritakan pernikahan Olga kepada Jessica, Raffi takut Jessica tidak bisa menerima semua itu, dan itu akan berakibat fatal pada proses penyembuhannya. Ketika Jessica menanyakan Olga, Raffi bilang kalau Olga sedang ada pekerjaan ke luar kota untuk waktu yang cukup lama jadi belum bisa menemuinya. Setiap hari Raffi mengirim hadiah untuk Jessica tapi atas nama Olga, Jadi Jessica tidak merasa kehilangan olga karena tiap hari selalu datang hadiah2 dan kata2 semangat dari Olga dan itu sudah cukup membuat Jessica bahagia meski belum bisa bertemu dengan Olga.
“Kapan ya kak olga pulang?? Aku sudah kangeen banget sama dia…!!” kata Jessica
“Dia pasti pulang kalau urusannya uda selesai, sabar ya Jess..!!” Raffi menimpali
“Kalau kak Olga pulang, aku harap dia uda bisa nembak aku, aku pengen nikah sama dia… aku pengen bahagia sama dia!!” kata Jessica dengan senyum terkembang di bibirnya
Sesak hati Jupe mendengar kata-kata Jessica, tak tega melihat Jessica terjebak dalam harapan kosong seperti ini.
“Jess… seandainya ya Olga belum bisa nembak kamu, atau bahkan dia bukan jodoh kamu gimana, dek?? Tanya Jupe
“Aku yakin kok kak Jupe, kak Olga itu jodoh aku…!!”
“Iya Jess… Olga pasti datang untuk kamu dan akan membahagiakan kamu!!”jawab Raffi
“Cukup Raffi… jangan biarkan Jessica terjebak dalam harapan kosong! Dia harus tau kenyataan yang sebenarnya…” kata jupe dengan sedikit emosi, Jupe sudah tidak tahan melihat Jessica slalu diberi harapan2 kosong oleh Raffi.
“Jupe…!!” bentak Raffi
“Biarin Fii, ini saatnya Jessica sudah harus tahu!”
“Ada apa ini fii… kak Jupe, apa yang belum aku ketahui??” Tanya Jessica bingung
“Jess…semua hadiah dan kata2 semangat yang kamu terima tiap hari itu bukan dari Olga, dan Olga sedang tidak kerja di luar kota…semua hadiah yang kamu terima itu dari Raffi, bukan Olga!!”
“Jupe…cukup!!” bentak raffi sekali lagi, raffi mulai takut sesuatu akan terjadi pada Jessica
“Kalau itu semua bukan dari kak Olga, trus kak olga sekarang dimana, kenapa dia ga’ pernah nemuin aku??”
“Olga sudah menikah dengan cewek lain, dia ninggalin kamu saat kamu masih koma, Jess!!”
“Kak Olga… su..dah.. me..nikah???”seketika tubuh Jessica terasa lemas dan matanya mulai berkunang2 dan akhirnya Jessica pinsan..
Raffi menjadi panik melihat Jessica pinsan, dengan sigap ia membopong Jessica ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit Sementara Jupe merasa sangat bersalah, dia tidak menyangka ternyata mental dan fisik Jessica masih sangat lemah…
****
Rumah tangga Olga & Vanessa tersa hampa, tak tampak kebahagiaan di sana…
“Olga…sampai kapan kita akan seperti ini??” Tanya Vannesa pada suaminya
“Maksud kamu apa Van…bukannya kita baik-baik saja??” jawab olga , tak mengerti maksud Vanessa
“Tidak Ga.. rumah tangga kita tidak baik-baik saja… ragamu disini, tapi hati dan fikiranmu entah dimana?.. apa kamu menyesal nikahin aku???”
“Van, aku ga’ nyesel nikahin kamu, kita akan baik-baik saja…kita hanya butuh sedikit adaptasi saja dengan status kita sebagai suami-istri!!”
“Aku tahu kamu tidak bahagia sama aku sekarang, kalau kamu mau lepasin aku sekarang…aku rela , Olga!!”
“Apa maksud kamu, Van???”
“Aku rela kamu ceraikan, tapi dengan satu syarat!!”
“Ada apa ini??” Olga tak mengerti dengan sikap Vanessa
“Aku tahu kamu tidak bahagia sama aku, ceraikan aku tapi dengan syarat kamu harus ngasih aku separuh dari hartamu sebagai harta gonogini kita…!!”
“Apa…??? Kamu gila, Van…!! Kamu pertaruhkan rumah tangga kita hanya demi harta???”
“Aku rasa itu sama-sama menguntungkan buat kita berdua, kamu bisa kembali pada wanita impianmu dan aku mendapatkan sebagian hartamu!!”
“Oke…kalau itu yang kamu mau, saat ini juga aku ceraikan kamu!! Aku ceraikan kamu!! kita tidak ada ikatan apa-apa lagi sekarang!! Dan untuk harta gonogini yang kamu mau itu, bisa hubungi pengacaraku!!”
Olga pergi meninggalakn Vanessa, rasa kecewa menjalari hatinya, dia tidak menyangka ternyata Vanessa hanya mengincar hartanya…
Olga semakin sadar, hanya Jessica yang mencintainya dengan tulus dan dia yakin Jessica adalah cinta sejatinya…
****
Olga memutuskan untuk menemui kedua sahabatnya Raffi dan Jupe, sebenarnya dia masih malu untuk menemui keduanya kerena telah mengecewakan mereka, tapi demi memperjuangakn cintanya pada Jessica, Olga butuh mereka.
Akhirnya Olga bertemu Raffi dan Jupe, Olga menceritakan semua yang terjadi pada rumah tangganya dan sekaligus memohon bantuan mereka untuk kembali bisa mendapatkan cinta Jessica…
Jessica tengah duduk di taman rumahnya, di tangannya tergenggam sebuah buku yang terbuka, tapi ia sedang tidak membaca bukunya, di pikirannya hanya ada Olga… tak terasa air matanya menetes membsahi bukunya… Jessica teringat kenangan-kenangan indahnya bersama Olga, kenangan-kenangan itu seperti mozaik yang saling melengkapi perjalanan kisahcintanya bersama Olga. Dan sekarang sepertinya tak ada lagi harapan untuk melengkapi mozaik-mozaik itu menjadi lebih indah, karena Olga sekarang sudah milik orang lain… hanya keajaiban yang bisa merubah segalanya…
“Aku akan menunggu keajaiban itu datang..!!” gumam Jessica dalam hatinya
“Jess…!!”
terdengar suara dari belakang, itu seperti suara kak Olga… pasti hanya halusinasi!! pikir Jessica…
“Jess…kangen ga’ sama aku??” suara itu lagi, dan sekarang semakin jelas…akhirnya Jessica memutuskan untuk menolah dan betapa kagetnya dia, ternyata itu adalah suara Olga dan sosoknya benar2 nyata ada di hadapannya sekarang!!
“Kak Olga…!!!” seru Jessica dan berlari menghampiri Olga
“Jess…Ma’afin aku!!” kata Olga, sambil memeluk erat tubuh Jessica, tak terasa air matanya mentes, rasa haru dan bahagia menjalari hatinya karena ternyata dia masih bisa memeluk orangyang sangat dicintainya ini..
Jessica pun terisak dalam pelukan Olga…
“Kak Olga, berapa lama aku bisa meluk kak Olga seperti ini?” Tanya Jessica
“Selama kamu mau, Jess…!!” jawab Olga
“Tapi kak Olga sekarang uda jadi milik orang lain…!!!” Jessica terisak menangis, dan melepaskan pelukannya
“Aku akan menjadi milik kamu, Jess… selamanya!!
“Kak Olga bo’ong… trus istri kak olga gimana??”
“Kamu yang akan jadi istri aku..!!” kata Olga sambil memegang tangan Jessica
“Aku ga’ ngerti maksud kamu… jangan berharap aku mau, kamu jadiin yang kedua!”
“Kamu ga’ akan pernah jadi yang kedua buat aku… hati aku cuma satu, dan itu hanya buat kamu, jess… aku uda cerai sama istriku!!”
“Beneran kak Olga…???” Jessica merasaa bahagia banget denger kabar ini, dan dia percaya inilah keajaiban itu
“Kak Olga jangan pernah tinggalin aku lagi ya, aku butiran debu tanpamu…!!!”
“Aku ga’ akan pernah ninggalin kamu sayang….!!!”
Olga kembali meraih tangan Jessica, menciumi jari-jari manisnya dan sepertinya Jessica menikmati kehangatan yang diberikan Olga, akhirnya Olga menarik tubuh Jessica dan memindahkan bibirnya dari jemari Jessica ke bibir Jessica dengan sepenuh cinta dan gelora asmara… ciuman itu terlihat sangat ROMANTISS!!! 
Dari kejauhan ada dua orang yang sedang memperhatikan Olga dan Jessica, mereka adalah Raffi dan Jupe… Mereka ikut merasakan kebahagian yang di rasakan kedua sahabatnya itu, akhirnya cinta yang rumit itu bersatu!!! Tapi Jupe merasa ada yang mengganjal dalam hatinya tentang Raffi…
“Fii… lu bahagia liat mereka bersatu lagi??” Tanya Jupe pada Raffi
“Uda pastilah lah Pe’ aku bahagia…begitu sulit cobaan cinta yang mereka alami, Takdir sudah menguji cinta mereka dan akhirnya CINTA YANG MENENTUKAN TAKDIRNYA”
“Fii…lu sebenernya juga cinta kan sama Jessica?? Semua yang lu lakuin buat Jessica itu sangat nyata dari cinta lu!!”
Raffi tersenyum manis mendengar pertanyaan Jupe
“Cintaku ada di setiap tetes air matanya dan cintaku melebur di dalam senyum dan tawanya ”
THE END

HARI-HARIKU

HARI-HARIKU
Oleh DheLa Purnama Shari

Hari-hari yang ku jalani terasa hambar
Terasa hampa tanpa kau disisi…
Kerap kali bayangmu menghantui setiap langkah ku..
Ku disini hanya seorang diri
Yang hanya menanti
Dan hanya menunggu
Menanti dan menunggu kedatangan mu kembali di hati ini!

Hal apapun yang ku lakukan selalu ingat dirimu…
Kemana pun kaki ini melangkah yang selalu ku tujuh selalu hatimu
Tak’kan mampu berpaling darimu…
Karena diri ini adalah dirimu…
Kesedihan mu adalah kesedihanku…
Tapi bahagiamu bukan bahagia ku..!!!
Kau lebih memilih dia dari pada aku
Aku memang tak seperti dia
Aku tak punyai harta
Tak punyai kedudukan
Tapi aku punyai cinta yang tulus untukmu!!!

Di matamu aku selalu rendah
Selalu hina
Selalu kotor di mata indahmu!

Bibir mungil mu selalu mencela ku dengan kata-kata keji..
Sorot matamu tajam menatapku dengan sinis
Perih dan sakit hati ini melihat semua tingkahmu
Tapi semua ini kuterima dengan ikhlas
berharap kau kembali seperti dulu…
Seperti dulu yang mencintai ku dengan tulus!!!

CINTA KU ITU YA KAMU

CINTA KU ITU YA KAMU
Oleh DheLa Purnama Shari

Ketika ku memejamkan mata
aku melihat Kau di dalam mata hatiku!
Di kegelapan ku masih melihat terang
Di kesunyian ku masih merasakan kau ada mendekap ku!
Bagi ku Kau bagai pilar hati yang tak’kan pernah mati!

Kau ada menemani ku
Kau ada mengenggam tangan ku
Dan kau ada memeluk tubuh ku!
Hangatnya peluk mu membuat ku merasa nyaman!

Dingin nya malam…
Tak’kan dapat membeku’kan rasa cinta ku padamu!
Kau yang jauh disana…
Hanya padamu lah cintaku berlabuh!

Cinta ku tumbuh karena perhatian mu
Cinta ku berkembang karena ketulusan mu
Cinta ku bersemi karena karena kasih sayang mu
Cinta ku berakar karena kesetiaan mu
Dan cinta ku kokoh hingga saat ini padamu
Hanya semata-mata karena cinta kasihmu yang tulus kepada ku!
Duhai cintaku tetaplah menjadi bintang di hati dan jiwa ku!
Selamanya…
Hingga ajal memisahkan kita!

DARI HARAP AKU BERLAGU PADA MALAMKU

DARI HARAP AKU BERLAGU PADA MALAMKU
Oleh Eko Putra Ngudiraharjo

Sejenak meronta dalam pejam.
Membelakangi tatap berkaca duga.
Seribu hembus harap menyelam.
Membekap mata dan semua membuta.

Asa ini terpaku kemudian tertuju.
Beku hati mencair tanpa ragu.
Tapi itu dulu.
Karena kini nyata melaju.
Dan aku di tengah harap palsu.

Senyum yang terlontar menjadi batu.
Canda yang memeluk hangat seolah berpaku.
Dan tiap tutur katamu bak racun dalam teguk nafasku.
Kini hanya aku di antara seringai harap palsumu.

Aku bersurat pada malamku.
Jika harap palsu itu mencaciku.
Bekap hatiku jangan dengan gelapmu, tapi peluk aku dengan indah tatap bintangmu.
Karena aku hanya ingin memiliki indahmu tanpa palsu.

Kamis, 10 Januari 2013

Lirik Lagu Agnes Monica – Muda (Le O Le O)

Lirik Lagu Agnes Monica – Muda (Le O Le O)

Le o le o le o heeei, le o le o le o heeei
Le o le o le o heeei, le o le o le o heeei
Ku berlari pakai hati, tak berhenti sampai mati
Le o le o le o heeei, le o le o le o heeei, le o le o le o heeei
Aku dengar ada yang bicara
Papa mamaku punya cita-cita
Dia baru berusia lima
Tapi semangatnya sungguh sempurna
Never in your life, let them talk to you like you can not
Yes, you’re young but you’re right
Walk your miles, do your part with a smile
’cause you’re young, you’re young, you’re young
Hidupku itu adalah aku
Bukan kamu dan ragumu, jangan sama-samakanku
Hidupmu itu adalah kamu
Bukan kata tidak mampu, tak peduli usiamu
Aku muda (aku muda) aku bisa (aku bisa)
Tak perlu ragukan yang kau lihat
Orang ikuti ku punya jejak
Kamu yang nakal bikin ku bosan
Mulut setan bicara tak karuan
Never in your life, let them talk to you like you can not
Yes, you’re young but you’re right
Walk your miles, do your part with a smile
’cause you’re young, you’re young, you’re young
Hidupku itu adalah aku
Bukan kamu dan ragumu, jangan sama-samakanku
Hidupmu itu adalah kamu
Bukan kata tidak mampu, tak peduli usiamu
Hidupku itu adalah aku
Bukan kamu dan ragumu, jangan sama-samakanku
Biar ku berlari pakai hati
Tak berhenti sampai mati, aku muda aku bisa
Le o le o le o heeei, le o le o le o heeei
Ku berlari pakai hati, tak berhenti sampai mati
Le o le o le o heeei, le o le o le o heeei
Ku berlari pakai hati, tak berhenti sampai mati
Hidupku itu adalah aku
Bukan kamu dan ragumu, jangan sama-samakanku
Hidupmu itu adalah kamu
Bukan kata tidak mampu, tak peduli usiamu
Hidupku itu adalah aku
Bukan kamu dan ragumu, jangan sama-samakanku
Biar ku berlari pakai hati
Tak berhenti sampai mati, aku muda aku bisa
Le o le o le o heeei
Ku berlari pakai hati, tak berhenti sampai mati

Rindu Untuk Ayah

*Rindu Ayah*

Kau tau, saat tangan mungil itu bergelayut di pundakmu yang merenta
Kau hanya terbahak, padahal andai aku tau, kau teleh payah saat itu
kau hanya mencoba bertahan,meski bebanku membuatmu terhuyung
kau hanya diam saat rengekan tangisku mengusik waktu istirahat siangmu

Saat rindu ini kembali membuncah
hampir saja dadaku terasa meledak
aku sempoyongan merinduimu disana
aku tercekak, hampir tak bisa berkata-kata

Ketika tangan nakal ini menjambak2 rambut putihmu
kau hanya meringis menahan sakit
kau hanya tertawa kecil
kau tetap biarkan aku membuatmu terganggu

sekarang, anak kecil itu telah dewasa
dan Rindu ini kian membuncah ruah
seperti tumpukan perisai yang hampir hancur
aku merindumu hingga nafasku hampir terhenti

Saat, kutuliskan ini
aku tau, kau tengah melihatku dengan senyum terindahmu
aku tau, kau tengah mengelus kepalaku
aku tau, kau ingin memelukku dan membuatku tak merasa sendiri

teringat saat, kau ajak aku menyusuri hujan rimbun pagi itu
kau gandeng tangan mungil ini
seraya kau katakan "rumput liar itu tidak hina, bahakn rumput liar ini bisa bertahan sekalipun musim berganti hingga berkali-kali"
tapi,,"aku tak ingin melihatmu di injak dan tak berharga, jadilah intan yang kilapnya menerangi sekelilingmu"

pesanmu bagai prasasti yang tak akan lekang dimakan zaman
petuahmu adalah amunisi , untuk ku bertahan
nasihatmu adalah kekuatanku, untuk melangkah lagi
dan rindu ini adalah nyawa untuk ku mengenangmu,,,ayah,,

Selasa, 08 Januari 2013

Islam Itu Indah


  • Saat anda membawa Al-Qur'an, syaitan biasa-biasa sahaja. Saat anda membukanya, syaitan mulai curiga. Saat anda membacanya, syaitan mulai gelisah. Saat anda memahaminya, syaitan mula berasa kejang-kejang. Saat anda mengamalkan Al-Qur'an dalam kehidupan seharian, syaitan mula terkena 'stroke'. Terus baca dan amalkannya dalam aktiviti harian anda agar syaitan terkena 'stoke total', jantung bahkan membawa maut. Ketika anda ingin menyebarkan pesan ini, syaitan pun mencegahnya. Syaitan berkata "Jangan sebarkannya. Tak penting langsung!". Sebar-sebarkanlah ajaran agama ALLAH wahai umat Islam sekalian jika anda mahu mendapat ganjaran besar dariNYA. 
  • Dunia ibarat sebuah pentas lakonan dimana manusia itulah, pelakon utamanya. Al-Qur’an dan Sunnah pula adalah skripnya dan Malaikat itulah juru kameranya. Islam jalan ceritanya dan Kiamat itu kesudahannya. Pengembaraannya berkumpul di Padang Mashyar adalah tempat menerima penganugerahan. Rasulullah pelakon terbaiknya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah juri-Nya manakala Syurga atau Neraka adalah trofinya.Dan anda yang membaca, apa sudah bersedia hari kematian yang bakal tiba?
  • Kenapa kamu tidak suka berbelanja besar untuk pakaian dan gaya hidup kamu? "Saya malu kepada Rasulullah yang sentiasa sederhana dalam hidupnya".
  • Ucapkanlah salam yang disunahkan Iaitu "assalamualaikum" dan tidak cukup hanya dengan isyarat telapak tangan atau kepala saja.
  • Kekurangan orang lain adalah ladang pahala bagi kita untuk memaafkannya, mendoakannya, memperbaikinya, dan menjaga aibnya.
  • Jangan dilupa pada yang PUTIH, ianya SUCI, BERSIH, sudi mengingatkan kita pada USIA, bahkan juga sudi mengingkatkan kita kepada KEMATIAN yang bakal menjelma buat kita wahai umat ISLAM dan umat lain.
  • Kamu menjadi sebutir mutiara. Berada di dasar lautan. Tersimpang rapi dilindungi kulit. Bukan senang nak melihat. Apa lagi mendapatkannya. Hanya orang yang bertuah. Berusaha menyelami dasar lautan dapat memperolehnya. Harganya mahal sekali. Dan ia akan tersimpan selamanya.
  • Bila engkau letih dan hilang semangat, ALLAH tahu engkau telah mencuba sedaya upaya. Bila tangismu berpanjangan dan hatimu duka, ALLAH telah mengira titisan air matamu. Bila engkau rasa ketinggalan dan masa meninggalkanmu, ALLAH tetap bersamamu. Bila engkau kebuntuan akal, maka ALLAH adalah penunjuk jalan. Apabila engkau telah berazam, maka bertawakallah kepada ALLAH yang MAHA ESA...
  • Saudariku...Apakah yang menghalangimu, untuk menutup aurat-mu..??
  • NAFSU mengukur wanita itu cantik atas dasar rupanya. AKAL menilai wanita itu cantik atas dasar kepintarannya. HATI menobatkan wanita itu cantik atas dasar keteguhan imannya.
  • JIWA hampa tanpa CINTA, HATI hampa tanpa IMAN.
  • Aku telah pun sedaya upayaku, agar aku tidak melukai hatimu. Mungkin sudah suratan hidupku, kasih yang lama terjalin, berderai bagaikan kaca. Teman, maafkanlah diriku. Ya ALLAH, tunjukkanlah aku jalan yang benar, untuk menempuhi dugaan yang maha hebat ini. Teman, maafkan aku jika aku menyakitimu. Moga ikatan ukhuwah yang dibina, terjalin hingga ke akhir hayat hidupku...
  • LEMBUT wanita kerana SENYUMANNYA. CEKAL wanita kerana BERANINYA. PATUH wanita kerana KESETIAANNYA. SABAR wanita kerana IMANNYA. KASIH wanita kerana BELAIANNYA. LEMAH wanita kerana AIRMATANYA. IKHLAS wanita kerana SIMPATINYA. PENDAM wanita kerana CEMBURUNYA. SAYANG wanita kerana SIFAT KEIBUAANNYA.
P

Selasa, 11 Desember 2012

Lampu Warna Biru Pengusir Kantuk

Kopi terbukti paling ampuh untuk mengusir rasa kantuk. Namun efek samping kopi kurang disukai para pengendara mobil karena bikin beser dan harus sering-sering berhenti mencari toilet. Alternatifnya, pasang saja lampu biru di kabin.

Para ilmuwan di Universite Bordeaux Segalen baru-baru ini membuktikan nyala lampu berwarna biru sama manjurnya dengan efek kafein dalam kopi dalam mengusir kantuk. Tentunya tanpa disertai beser atau sering buang air kecil seperti yang terjadi usai minum kopi.

Temuan ini diharapkan bisa menginspirasi desain mobil atau kendaraan yang lebih aman di masa mendatang. Dengan memasukkan lampu berwarna biru sebagai bagian dari desain interior mobil moderen, maka angka kecelakaan akibat pengemudi mengantuk diharapkan akan berkurang.

Eksperimen terhadap 48 pengemudi yang menempuh jarak 400 km menunjukkan, tingkat kesalahan yang dilakukan pengemudi berkurang berkat lampu biru. Pelanggaran marka jalan dilakukan 15 kali oleh pengemudi yang terpapar lampu biru, 13 kali pada pengemudi yang minum kopi dan 26 kali pada pengemudi yang tidak mendapat apa-apa.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLoS ONE ini membuktikan bahwa warna biru bisa meningkatkan kewaspadaan dengan merangsang sel-sel ganglion retina. Dikutip dari Daily Mail, Kamis (29/11/2012), sel-sel tersebut terdapat pada retina yakni lapisan yang terletak di bagian belakang bola mata.

Sel-sel ganglion retina tersebut juga terhubung dengan saraf-saraf kesadaran. Oleh karena itu, rangsang di bagian ini bisa menungkatkan sekresi atau pelepasan melatonin yakni hormon yang membuat orang bisa terjaga dan tetap awas sepanjang malam.

Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa sepertiga korban kecelakaan di jalan raya berhubungan dengan rasa kantuk. Gara-gara mengantuk, pengemudi bisa kehilangan kewaspadaan, kemampuan refleks dan persepsi visual dalam arti penglihatannya menurun.

Senin, 19 November 2012

SEBUAH SENYUMAN YANG BERAKHIR DENGAN AIR MATA

SEBUAH SENYUMAN YANG BERAKHIR DENGAN AIR MATA
Oleh Tessa

Aku diam dalam kepedihan ini
aku bisu dalam keheningan ini
ku tak rasakan kehangatan mentari
ku tak dapat rasakan hangatnya sentuhanmu

Ku tak tau apa yang aku rasakan saat ini
semua terjadi beditu saja
semua berlalu dengan cepat

Awalnya kau buat sempurna dimataku
kau buat sempurna semua
hingga aku mulai terlena dengan ini semua
aku terlena dengan hangatnya cintamu
dengan indahnya cinta, kasihmu
yang sudah ekian lama aku inginkan darimu

Tapi sekian lama kita bersama
kita jalani semua, kukira kau kan setia
seperti aku yang mencoba setia untukmu
setia mendampingimu
namun semua itu sirna....

Setelah kau hancurkan semua
semua cinta, kasihku, dan harapanku
teganya kau duakanku dengan dia
kau hianati cinta kita demi dia

Dan mungkin ini memang takdir kita,
takdir kita yang tak mungkin pernah bisa bersatu

Biarkanlah ini semua menjadi suatu kenangn termanis untukku
dan biarkan aku kenang semua ini untuk diriku sendiri

Dan maafkan aku yang tak sempurna untukmu
maafkan aku sayankku..,
aku akan slalu mencintaimu, meski kau tlah sakitiku..,

Cerpen-Malam Malam Nina

Cerpen-Malam Malam Nina
Ini sudah hari ke empat Nina kelihatan murung. Kian hari wajahnya semakin mendung dengan mata nanar dan bisu. Kerjanya setiap hari bangun dengan masai lalu duduk termenung.

Sebetulnya itu bukan urusanku. Karena Nina bukan siapa-siapaku. Ia hanya menyewa sebuah kamar di rumahku. Ia tinggal bersamaku baru dua bulan ini. Tetapi entah kenapa aku langsung menyukainya.

Rumahku tidak terlalu besar. Juga tidak terlalu bagus. Sederhana saja. Rumahku berada di kampung yang dindingnya rapat dengan tembok rumah sebelah. Ada tiga kamar kosong. Tetapi aku tinggal sendirian. Karenanya aku menyewakan kamar-kamar kosong itu untuk menunjang hidupku di samping aku membuka sebuah warung kelontongan kecil di depan rumah.

Penghuni kamar pertama adalah Anita. Ia cantik dan selalu wangi karena ia bekerja sebagai seorang beauty advisor kosmetik terkenal di counter kosmetik sebuah plaza megah. Anita supel, periang dan pandai berdandan.

Kamar kedua dipakai oleh Tina. Ia juga cantik. Katanya ia bekerja di sebuah restaurant. Tetapi yang mengantarnya pulang selalu bukan laki-laki yang sama. Kepulan rokok mild juga tidak pernah lepas dari bibirnya yang seksi.

Tetapi aku bukan tipe pemilik kost yang rese’. Mereka kuberi kunci pintu supaya bila pulang larut malam tidak perlu mengetuk-ngetuk pintu dan membuatku terganggu. Aku tidak terlalu pusing dengan apa pun yang mereka kerjakan. Toh mereka selalu membayar uang kost tepat waktu. Bukan itu saja, menurutku, mereka cukup baik. Mereka hormat dan sopan kepadaku. Apa pun yang mereka lakoni, tidak bisa membuatku memberikan stempel bahwa mereka bukan perempuan baik-baik.

Nina datang dua bulan yang lalu dan menempati kamar ketiga. Kutaksir usianya belum mencapai tiga puluh tahun. Paling-paling hanya terpaut dua tiga tahun di bawahku. Ia tidak secantik Anita dan Tina, tetapi ia manis dan menarik dengan matanya yang selalu beriak dan senyumnya yang tulus. Ia rapi. Bukan saja kamarnya yang selalu tertata, tetapi kata-katanya pun halus dan terjaga. Ia membuatku teringat kepada seorang perempuan yang nyaris sempurna. Perempuan di masa lampau yang…ah…aku luka bila mengingatnya.

Oh ya, Nina juga tidak pernah keluar malam. Ia lebih banyak berada di rumah, bahkan ia tidak segan-segan membantuku menjaga warung. Kalaupun ia keluar rumah, ia akan keluar untuk tiga sampai empat hari setelah menerima telepon dari seseorang laki-laki. Laki-laki yang sama.

Bukan masalah kemurungannya saja yang aneh bagiku. Tetapi sudah dua minggu terakhir Nina tidak pernah keluar rumah. Bahkan tidak menerima atau menelepon sama sekali. Yang tampak olehku hanyalah kegelisahan yang menyobek pandangannya. Dan puncaknya adalah empat hari terakhir ini.

"Nina, ada apa? Beberapa hari ini kamu kelihatan murung…," aku tidak bisa mengerem lidahku untuk bertanya, ketika kami hanya berdua saja di rumah. Warung sudah tutup pukul sepuluh malam. Anita dan Tina belum pulang. Tetapi Nina kulihat masih termangu dengan mata kosong.

Ia menoleh dengan lesu setelah sepersekian menit diam seakan-akan tidak mendengarkan apa yang aku tanyakan. Kemurungan tampak menggunung di matanya yang selalu beriak. Tetapi ia cuma menggeleng.

"Apa yang sekiranya bisa Mbak bantu?" aku tidak peduli andai ia menganggapku rese’.

Lagi-lagi hanya gelengan. Ia masih duduk seperti arca membatu. Tapi mampu kubaca pikirannya gentayangan. Rohnya tidak berada di tubuhnya. Entah ke mana mengejewantah.

Nina memang tidak pernah bercerita tentang dirinya, tentang orang tuanya, asalnya, sekolahnya, perasaannya, atau tentang laki-laki yang kerap meneleponnya. Aku sendiri juga tidak pernah menanyakannya. Mungkin ada hal-hal yang tidak ingin dia bagi kepada orang lain. Maka biarlah ia menyimpannya sendiri. Bukankah aku juga seperti itu?

Sepi terasa lindap, seakan menancapkan kuku-kukunya mengoyak angin yang terluka. Hening itu benar-benar ada di antara aku dan Nina. Aku merasa tersayat. Karena sunyi seperti ini sudah kusimpan lima tahun lamanya. Kenapa sekarang mendadak hadir kembali?

Lalu aku bangkit dari dudukku, mengambil satu seri kartu sebesar kartu domino. Tetapi yang tergambar bukan bulatan-bulatan merah. Tetapi berbagai macam bentuk berwarna hitam. Aku menyimpannya sudah lama. Sejak mataku selalu berembun, lalu embun itu menitik di ujung hati. Sejak sepi yang tanpa warna mulai mengakrabi aku. Sejak itulah aku mulai berbagi resah dengan kartu-kartu ini. Mereka banyak memberiku tahu tentang apa saja yang aku ingin tahu.

Anita dan Tina sering melihatku bermain dengan kartu-kartuku di tengah malam ketika mereka pulang. Sejak melihatku bermain dengan kartu-kartu ini, mereka juga sering ikut bermain. Ada saja yang mereka ceritakan padaku melalui kartu-kartu ini. Jualan yang sepi, para langganan yang pelit memberikan tips sampai kepada pacar-pacar mereka yang datang dan pergi.

Aku menyulut sebatang dupa India. Aromanya semerbak langsung memenuhi ruangan. Aku suka. Setidaknya mengusir hampa yang sejak tadi mengambang di udara. Kukocok setumpuk kartu itu di tanganku. Kuletakkan di atas meja di depan Nina.

"Mari, temani Mbak bermain kartu. Ambillah satu…," ujarku.
Mata Nina memandangku. Bibirnya tetap rapat. Tetapi matanya mulai berembun. Dengan sebuah gerakan lamban tanpa semangat ia mengambil sebuah kartu. Lalu membukanya.

"Ah! Hatimu sedang kacau, sedih, kecewa, tidak menentu. Kau terluka," gumamku ketika melihat kartu yang dibukanya.

Seperti aku dulu…, aku melindas gelinjang rasa yang sudah lama kupendam.
Aku mulai membuka kartu-kartu berikutnya. "Kau sedang memikirkan seseorang,…ah bukan…kau merindukannya…penantian… jalan panjang…menunggu…kau menunggu seorang laki-laki?"
"Ya," suaranya gamang terdengar seperti datang dari dunia lain.

Kuteruskan membuka kartu-kartu itu. "Menunggu… halangan… perempuan…dia beristri?" kutanya ketika tampak olehku gambaran seorang perempuan di atas kartu itu.
"Ya," kali ini suaranya seperti cermin retak berderak. Ia luka sampai seperti sekarat.

Kurasakan derak-derak itu sampai menembus batinku. Kenapa seperti yang pernah kurasakan lima tahun lalu?
"Kamu mencintainya, Nina?"
"Amat sangat!" kali ini ia menjawab cepat.

Kuhela napas panjang. Kubiarkan kartu-kartu berserakan di antara aku dan Nina. Kulihat jantungnya seperti bulan tertusuk ilalang.

"Tetapi ia mengecewakanku, Mbak. Ia mengkhianati aku." Ia tidak mampu lagi menyembunyikan suara gemeretak hatinya yang bagaikan bunyi tembikar terbakar.

"Ia mengkhianati kamu? Bukannya ia yang mengkhianati istrinya? Bukankah ia sudah beristri?" aku bertanya, berpura-pura bodoh karena berusaha menyingkirkan masa lalu yang mulai menggigiti sanubariku. Perih itu masih terasa.

"Ya. Dia beristri. Tapi istrinya jahat sekali. Ia ingin meninggalkannya. Ia mencintaiku. Kami punya rencana masa depan," jawabnya naïf dan lugu.

Astaga! Seperti itukah diriku lima tahun silam? Aku benar-benar seperti melihat cermin diriku.

Kepulan asap dupa melemparku ke kepulan asap lain yang sama pekatnya lima tahun yang lalu. Aku berada di dalam kepulan-kepulan asap rokok tebal dari mulut para lelaki berduit yang kutemani duduk-duduk, minum, sampai ke kamar tidur. Para lelaki yang mabuk kepayang karena kecantikanku sebagai primadona di sebuah wisma di kompleks hiburan malam. Para lelaki kedinginan yang butuh kehangatan. Para lelaki kesepian yang butuh pelukan. Para lelaki yang tidak tahu lagi ke mana bisa menghamburkan uang mereka yang berlebihan.

"Istrinya jahat bagaimana? Namanya istri ya wajar saja dia tidak suka kalau suaminya berhubungan dengan perempuan lain," sahutku enteng atau tepatnya aku sudah terbiasa untuk "mengenteng-entengkan" jawaban yang ujung-ujungnya akan membuatku terluka. "Yang salah, ya suaminya. Sudah beristri kok masih bermain api. Tetapi namanya laki-laki ya begitu…," sambungku pelan.

Laki-laki memang begitu, desahku. Laki-laki memang suka bermain api. Laki-laki memang suka mendua. Seperti para lelaki yang datang dan pergi di atas ranjangku. Mereka terbakar hangus gairah memberangus, haus sampai dengus-dengus napas terakhir. Lalu mereka pergi setelah sumpalkan segepok uang di belahan dadaku.

"Tetapi Bayu tidak seperti itu!" sergah Nina cepat. "Bayu mencintaiku, Mbak! Ia tidak akan meninggalkanku."

Ya! Prihadi juga tidak seperti laki-laki lain. Ia juga mencintaiku. Prihadi tidak seperti laki-laki lain yang meniduriku dengan kasar. Ia bahkan sangat lemah lembut untuk ukuran "membeli" kehangatan dari seorang perempuan seperti aku. Karena Prihadi, maka aku tidak mau menerima tamu yang lain. Ia menginginkan aku hanya untuknya, maka ia membeli dan menebusku dari induk semangku. Lalu ia membawaku keluar dari wisma itu dan membelikan aku sebuah rumah kecil. Ia pahlawan bagiku. Ia tidak meninggalkanku. Bahkan memberikan benih kehidupan baru yang tumbuh di dalam tubuhku. Aku bahagia sekali. Tetapi kemudian aku memutuskan untuk meninggalkannya.

Kuputuskan untuk meninggalkan Prihadi ketika istrinya datang menemuiku dengan begitu anggun dan berwibawa. Berhadapan dengan perempuan yang begitu berkilau, tinggi, langsing dengan kulit kuning, ayu dengan wajah priyayi, tutur katanya lemah lembut, membuatku benar-benar merasa rendah dan tidak ada artinya. Ia sama sekali tidak menghardik atau mencaci-makiku. Ia sungguh nyaris sempurna untuk ukuran seorang perempuan, kecuali…belum bisa memberikan anak untuk Prihadi!
"Kamu Ningsih? Aku istri Prihadi. Namaku Indah."
Oh, ia sungguh-sungguh seindah namanya.

"Aku tahu hubunganmu dengan suamiku," ujarnya dengan menekankan benar-benar kata "suamiku" itu. "Dan aku tahu kamu pasti perempuan baik-baik," lagi-lagi ia memberikan tekanan dalam kepada kata-kata "perempuan baik-baik" yang jelas-jelas ditujukannya kepadaku. "Sebagai perempuan baik-baik, kamu seharusnya tidak menjalin hubungan dengan laki-laki yang sudah beristri…dengan alasan apa pun," kali ini ia menekankan setiap kata-katanya sehingga membakat wajahku terasa panas.

"Nina, sebagai perempuan baik-baik, seharusnya kamu tidak berhubungan dengan laki-laki yang sudah beristri…dengan alasan apa pun…," aku mengulangi kalimat yang kusimpan lima tahun yang lalu untuk Nina. Sebetulnya itu klise, bukan? Hanya sekadar untuk menutupi gundah gulanaku yang entah kenapa merayapi seluruh permukaan batinku.

"Tetapi, Mbak, Bayu mencintaiku…," Nina menjawab. Jawaban itu juga yang kuberikan lima tahun yang lalu kepada perempuan yang nyaris sempurna itu.

Tetapi ketika itu, ia justru memberikan senyum manisnya. Ia benar-benar tanpa ekspresi marah. "Laki-laki biasa seperti itu. Tetapi kamu kan perempuan baik-baik. Walaupun Prihadi menggoda, mengejar dan mencintaimu, tetapi bukankah sudah sepantasnya kamu menolaknya? Kamu kan tahu kalau dia sudah beristri?" lagi-lagi ia membuatku pias.
Aku berusaha mem-photocopy kata-kata usang itu untuk Nina.
"Tetapi aku juga mencintai Bayu," ia melenguh getir.

Kurasakan getir yang sama ketika aku memberikan jawaban itu pula kepada istri Prihadi. Bahkan waktu itu aku masih memberikan tambahan jawaban. "Aku mengandung anak Prihadi…." Kuharap dengan jawabanku itu ia tidak akan mengusik perasaanku dengan kata-katanya yang lemah lembut tetapi terasa menampar-nampar.

"Baiklah, aku mengerti kalau kamu mencintai Prihadi," ia tertawa pelan tetapi sungguh terasa kian menusuk-nusuk.
Astaga! Ia tertawa! Terbuat dari apakah perempuan ini?

"Kalau kau mencintai seseorang, maka kau akan melakukan apa saja yang akan membuatnya bahagia kan?" Ia pandai sekali bermain kalimat. Sebentar kalimat pernyataan, sebentar kalimat tanya. Tetapi tidak ada satu pun dari kalimatnya yang membakatku merasa nyaman.

Hei! Konyol benar! Sudah syukur-syukur ia tidak memaki-makimu…, cetus batinku.
"Ya, aku akan melakukan apa saja untuk membuat Prihadi berbahagia."

"Nah, kau tahu kalau Prihadi adalah tokoh masyarakat yang cukup terkenal dan disegani di kota ini, kan? Ia memiliki kedudukan, kekayaan, karisma, dan nama baik. Apakah bisa kau bayangkan bagaimana reputasi Prihadi kalau sampai terbongkar mempunyai hubungan dengan perempuan lain…dan bahkan mempunyai anak di luar nikah?"

Oh…ia mempunyai tata bahasa yang sempurna! Ia sama sekali tidak menggunakan kata-kata kasar. Ia memakai istilah "mempunyai hubungan dengan perempuan lain", ia tidak mengatakan "mempunyai simpanan bekas pelacur", ia mengatakan "anak di luar nikah", ia tidak mengucapkan "anak haram". Apakah itu berarti ia menghargaiku? Tetapi kenapa aku justru tidak merasa dihargai? Aku justru merasa dipermalukan. Ataukah memang pantas aku dipermalukan?
"Bagaimana? Apakah situasi itu akan baik untuk Prihadi?"
"Tidak," aku tidak mempunyai pilihan lain kecuali kata-kata itu.

Ia tertawa pelan tetapi kali ini benar-benar seperti tawa seorang algojo yang berhasil memengal kepala seorang tawanan yang sama sekali tidak melawan.

"Lalu bagaimana caramu untuk membuat Prihadi bahagia? Kamu tidak mau merusak semua yang sudah dimiliki Prihadi, kan?" Ia benar-benar algojo yang sempurna. Ia memenggal kepalaku tanpa rasa sakit sedikit pun.

Tinggal aku yang menggelepar, terkapar, tanpa pernah merasa sekarat meregang nyawa.

"Kalau kamu mencintai Prihadi, tinggalkan dia, gugurkan kandunganmu. Kamu pergi jauh dan memulai kehidupan baru. Aku akan membantumu. Kamu cantik sekali, Ningsih. Aku yakin, tidak akan sulit bagimu untuk mencari laki-laki baik yang belum beristri," ia menutup eksekusinya dengan kata-kata pelan tetapi penuh tekanan. "Jelas? Kuharap kamu cukup pandai untuk bisa mengerti semuanya," tandasnya.

Lalu tidak banyak yang bisa kubantah ketika ia "membantuku" menyelesaikan semuanya. Ia melakukan transaksi jual beli atas rumah yang kutempati. Ia menggantinya dengan sejumlah uang yang lebih dari cukup. Ia mengantarku ke dokter dan membayar semua ongkos "mengeluarkan" calon kehidupan yang bersemayam di tubuhku. Ia membelikan aku tiket pesawat. Ia mengantarku sampai ke bandara. Ia memeluk dan mencium pipiku, lalu berbisik, "Selamat menempuh hidup baru, Ningsih. Tolong, jangan ganggu kehidupan Prihadi. Terima kasih atas pengertianmu. Kamu memang perempuan yang baik…"
Oh! Ia benar-benar perempuan yang sempurna!

Sampai pesawatku tinggal landas, aku tidak bisa menitikkan air mata sama sekali. Apa yang perlu kutangisi? Perempuan itu tidak memaki atau menghinaku. Bahkan ia "membantuku" dan memberiku banyak uang untuk memulai kehidupan baru di kota yang jauh dari mereka. Terasa jutaan sembilu menikam-nikam. Hatiku terasa sakit tetapi mataku hanya bisa mengembun.

Sejak itu, aku berteman dengan kartu-kartu ini. Kartu-kartu ini pemberian induk semangku. Aku belajar dari dia membaca kartu-kartu ini. Dahulu, dari kartu-kartu ini, aku tahu apakah aku akan mendapat banyak tamu atau tidak? Apakah Prihadi akan datang atau tidak.
Ah, kutepis nama itu cepat-cepat.

Aku melanjutkan jalannya kartu-kartu yang masih berserakan di atas meja. Aku tidak mau mengingat masa lalu yang sudah sekian lama kukubur. Aku tidak mau menoleh ke belakang karena sangat menyakitkan. Toh, dengan uang yang kubawa, aku bisa membangun kehidupan baru, membeli rumah ini, membuka warung kecil, menerima kos-kosan, bertemu Nina…

"Halangan…rintangan…rindu…ah…ia tidak mempunyai uang!" Aku berusaha mengalihkan rasa lukaku dengan membaca kartu-kartu Nina. Lagi-lagi ramalan itu yang kubaca dari kartu-kartu yang bertebaran. "Bingung…perempuan…halangan…Ia merindukanmu juga. Tetapi ia bingung bagaimana harus menghadapi istrinya," cetusku.

Nina tertawa sumbang. "Bayu memang tidak punya uang. Istrinya yang kaya. Istrinya yang memegang kendali perusahaan. Istrinya sudah mengetahui hubungan kami. Dia lalu mengusirnya keluar dari perusahaan. Sekarang ia menghindar dariku, Mbak! Ia lebih mencintai kekayaan istrinya daripada perasaanku!"

"Bayu mengecewakanku, Mbak," sentaknya. Kali ini embun-embun di matanya berguguran menjadi rintik hujan. Mengalir deras menganak di lekuk-lekuk pipinya. "Bayu menipu hatiku, Mbak! Ia takut tidak bisa hidup kaya bila pergi bersamaku. Aku benci padanya!" Hujan itu sudah menjadi badai. Riuh rendah bergemuruh seakan puting beliung yang akan merubuhkan apa saja. Lara berkubang seperti seonggok daun-daun gugur di matanya yang tersayat.
"Apa yang kau inginkan darinya?"
"Aku ingin dia sakit…sesakit yang kurasakan!"

Aku tercenung. Sesakit itu pula yang pernah kurasakan. Betapa rasa benci itu melebihi rasa sakit. Aku juga benci setengah mati kepada Prihadi. Kenapa ia tidak mencariku kalau ia mencintaiku? Kenapa sejak istrinya yang begitu sempurna itu menemuiku, ia juga tidak pernah muncul? Lalu ketika istrinya "membantuku" untuk menyelesaikan semuanya, ia juga tidak ada kabar berita? Padahal sudah kucari seakan sampai ke ujung dunia. Apakah itu sudah merupakan kesepakatan mereka berdua?

Akhirnya, aku merasa pencarianku sia-sia. Ia kucari sampai ke ujung mimpi. Kubatin, kupanggil, kunanti, dengan seluruh pengharapan dan kerinduan. Tetapi ruang hampa yang kudapati. Sehingga, kuputuskan untuk bersahabat saja dengan rasa benci dan rasa sakit. Mungkin akan menjadi lebih ramah dan menyenangkan. Ternyata benar. Membenci lebih mudah daripada memaafkan. Sakit lebih nikmat daripada pengharapan. Jadilah rasa benci dan sakit yang kusimpan untuk Prihadi.

Malam demi malam, kusumpahi kandungan perempuan yang nyaris sempurna itu. Aku tidak rela menggenapi kesempurnaannya sebagai seorang perempuan dengan seorang anak, sementara ia menyuruh dokter untuk menyendok dengan mudah sebiji kacang hijau kecil di dalam rahimku. Biarkan ia juga menikmati sepi yang sama seperti sepi yang dibelikannya untukku.

Sejak malam itu, malam-malam Nina juga menjadi sibuk. Nina menjadi sangat menyukai malam seperti aku. Setiap malam, ia mengirimkan rasa sakit yang dirasakannya kepada Bayu. ***